Jumat, 19 Februari 2010

Comment film Wolfman



The Wolfman Film karya sutradara Joe Johnston memang sangat menarik hati para masyarakat untuk menontonya. Dalam film ini diceritakan Lawrence Talbot (Benicio Del Toro), pria terpandang di kotanya, kembali ke rumah keluarganya setelah adiknya menghilang. Berkumpul kembali bersama ayahnya (Anthony Hopkins), Talbot berencana untuk mencari adiknya…dan menemukan takdir dirinya yang mengerikan.

Masa kecil Lawrence Talbot berakhir saat kematian ibunya. Setelah ia meninggalkan desa Blackmoor yang suram, ia menghabiskan hidupnya untuk melupakan kejadian tersebut. Namun saat tunangan adiknya, Gwen Conliffe (Emily Blunt) mencarinya untuk membantu mencari kekasihnya, Talbot kembali untuk bergabung. Ia mengetahui bahwa sesuatu yang kuat dan brutal telah membunuh warga desa tersebut, dan seorang inspektur Scotlandia bernama Aberline (Hugo Weaving) datang untuk menyelidiki
Teka teki mulai terkuak, ia mendengar sebuah kutukan kuno bahwa manusia berubah menjadi serigala jadi-jadian saat bulan purnama. Saat ini, ia mencoba segala kesempatan untuk mengakhiri semua bentuk pembantaian dan melindungi wanita yang ia cintai, Talbot harus menghancurkan makhluk jahat yang menghantui Blackmoor. Namun saat ia mulai berburu, pria sederhana dengan masa lalu yang pahit ini akan membuka tabir dirinya sendiri…sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Jenis film action horor dan ditambah-tambah dengan effect sound pula yang mendukung menjadikan film The Wolfman, sebagai salah satu film yang ingin ditonton oleh masyrakat tak terkecuali aku,Imelda,William. Bertempat di salah satu bioskop di Jakarta kami menonton The Wolfman, ternyata setelah aku menonton film ini menurutku jalan cerita film ini bagus hanya saja kurang kuat meyakinkanya ditambah lagi ending dari film yang kurang begitu kuat.

^mellisachupilova^

Belom Bisa Mandiri


huuu sebagai gadis remaja seharusnya memang udah bisa mandiri...Tapi aku belum bisa padahal umur udahmau tua heehhehhee....belom bisa masak and beresin baju-baju masih pada berantakan....hmhmhmmm Ini di perbedaanku denagn banyak anak remaja seusiaku, mungkin beberapa dari mereka juga ada yang belom bisa masak dan masih tergantung sama orang tua dan pembantu. Saya mau setiap perempuan yang melihat blog ku 'Marilah kita hidup di atas kaki kita sendiri" mandiri dan sebisa mungkin jangan menggunakan tenaga pembantu untuk merapikan baju dalam lemari,merapikan tempat tidur dan jangan lupa belajar masak sama orang yang handal buad kalian. Zaman sekarang lidah mertua tajam looo
^mellisachupilova^

Chupi gadis remaja ibu kota

Pergaulan Ibu Kota
Banyak orang berkata Jakarta adalah kota Metroplitan, kota yang menjanjikan untuk semua orang daerah melanjutkan kuliah sekolah ataupun beradu nasib bekerja di Ibu kota Jakarta. Mungkin ada yang berhasil ada pula yang gagal karena tak banyak yang memiliki kesempatan, orang-orang daerah kebanyakan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah misalnya mereka berasal dari Kalimantan,Sulawesi,Bali,Bangka,Tegal.Semarang,dll..Mereka berharap sukses di Jakarta bisa bekerja di Jakarta sehingga dapat membahagiakan orang tua di daerah..hmmhm Jakarta Jakarta Jakarta bagi mereka yang daerah Jakarta adalah kota impian,kota yang bisa mewujudkan cita-cita mereka tatapi apakah harapan orang daerah itu benar tentang Jakarta? well, jawabanya mungkin benar mungkin juga salah.
Hello aku Mellisa Chupi asli Jakarta masih ada keturunan Tionghoa juga. Sebagai remaja Jakarta aku merasa anggapan bahwa Jakarta adalah kota metropolitan memang benar,kota sejuta peluang kerja dan bisa merubah nasib seseorang??sssttttt belum tentu.. Ini dia yang belum tentu semua orang bisa mendapat peluang kerja di jakarta banyak persainagn-persaingan kerja dan tidak sedikit yang melakukan cara curang untuk memakan sesama lawanya,itu yang aku tau dari pengamatanku di berbagai media elektronik.
Sebagai seorang remaja perempuan(hmhm sepertinya sudah mulai dewasa) aku melihat kehidupan di jakarta ini semakin semerawut dan tidak teratur. Baik dari segi hukum yang selalu membela yang berani membayar mahal, juga dari segi kehidupan remaja yang selalu bergaya hidup mewah dan ingin beda dari yang lainya. Tetapi aku punya style sendiri untuk itu. Aku lahir di tengah-tengah keluarga sederhana, terlahir dari pasangan Yohanes Soejono dan Margaretha Ratnawati. Walaupun sederhana tapi bahagia dalam pandanganku sebagai gadis remaja banyak sekali remaja-remaja di sekelilingku yang selalu membuatku iri mungkin karena mereka lebih pintar,jago dalam hal musik,menyanyi,dll...Sedangkan aku merasa tak jago dalam bidang apapun dan tak begitu pandai menyesuaikan diri,tapi aku yakin ada sesuatu di balik itu semua.